




Senin, 08 Februari 2010 - 14:54:32 WIB
DI KUPANG, MEGAWATI BICARA SOAL PEMANASAN GLOBAL
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional
- Dibaca: 18 kali
Kupang, KBC - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, di Kupang, Senin, membuka Konferensi Daerah III DPD PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT), namun lebih banyak menyoroti soal pemanasan global yang merisaukan dunia saat ini.
"Sebagai mantan presiden, isu pemanasan global ini harus saya sampaikan dalam forum politik ini agar bisa kita cerna bersama dan bagaimana untuk mengantisipasinya," kata Megawati dalam acara yang dihadiri pula Ketua DPD PDIP NTT yang juga Gubernur NTT Frans Lebu Raya itu.
Forum politik untuk membahas agenda lima tahun ke depan partai berlambang banteng bermoncong putih dalam lingkaran itu, dihadiri pula Ketua DPRD NTT yang juga Ketua DPD Partai Golkar NTT Ibrahim Agustinus Medah.
Selain itu, Wakil Gubernur NTT Esthon L Foenay, Wali Kota Kupang Daniel Adoe, Bupati Kupang Ayub Titu Eki dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Setda NTT. Dari unsur DPP PDIP, hadir pula Sekjen DPP PDIP Pramono Anung, Tjahyo Kumulo serta Sony Keraf.
Putri Bung Karno itu mengatakan, pemanasan global terjadi akibat mencairnya es di kutub yang memicu nsuhu air laut meningkat sekitar 50 cm, selain banjir dan tsunami serta badai.
"Ini sebuah situasi yang sangat sulit sehingga mencemaskan seluruh dunia soal pemanasan global tersebut," katanya dan meminta pemerintah daerah ikut mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya.
Langkah-langkah tersebut antara lain melakukan penghijauan serta menanam pohon pada areal yang masih kosong untuk mengurangi efek negatif dari pemanasan global.
"Masyarakat kita harus disadarkan dari sekarang....Dan ini tugas pemerintah daerah untuk menyampaikan," ujar Megawati.
"Saya tahu bahwa bumi NTT ini penuh dengan karang, tetapi saya optimistis tanaman pasti akan tumbuh. Mengapa? Karena dibalik karang itu masih ada humus tanah yang subur menghidupi tanaman," katanya.
Ia mengaku, tidak hanya bicara pemanasan global di NTT, tetapi juga dalam konferensi daerahPDIP di Kalimantan Tengah, Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Megawati menambahkan, pemanasan global tidak hanya memicu terjadinya banjir, badai, tsunami dan naiknya suhu permukaan air laut, tetapi juga menghambat produktivitas tanaman pangan sehingga membawa efek terhadap berkurangannya ketersediaan pangan dunia.
"Indonesia Raya sangat kaya dengan sumber daya alam, namun belum diolah secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Akibatnya, mereka yang hidup di daerah berkecukupan pangan seperti di Yukohima Papua harus kelaparan di tengah kelimpahan bahan makanan," katanya mencontohkan.
Dia berharap gubernur, bupati/walikota dan perangkat pemerintahan di tingkat paling bawah menyadarkan rakyat tentang bagaimana upaya mengatasi pemanasan global.
"Langkah yang diambil adalah dengan menanam pohon atau tanaman pada lahan-lahan yang masih kosong serta mampu mengelola sumber daya alam yang ada menjadi kebutuhan pangan utama bagi rakyat," katanya.(ns/ant)



| Maret, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
