




Selasa, 09 Februari 2010 - 08:49:49 WIB
ARIF: PASANGAN CAWALI SURABAYA TERBERAT ADALAH RISMA-BAMBANG
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nusantara
- Dibaca: 35 kali
Surabaya, KBC - Bakal calon wali kota (cawali) Surabaya Arif Afandi mengaku bahwa pasangan cawali dan cawawali Risma-Bambang yang diperkirakan akan diusung PDIP, adalah yang terberat.
Arif Afandi yang saat ini menjabat sebagai wakil wali Kota Surabaya, Senin, mengaku bahwa semua bakal cawali yang ada saat ini ada merupakan pesaing berat.
Namun, pasangan yang paling berat adalah Risma-Bambang. Pasalnya Risma dengan nama lengkap Tri Rismaharini dinilai sukses menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko), begitu juga dengan Bambang dengan nama lengkap Bambang Dwi Hartono yang saat ini menjabat wali kota Surabaya.
"Jujur saya akui agak berat kalau berkompetisi dengan Bu Risma dan Pak Bambang," kata cawali dari Partai Demokrat ini.
Untuk itu, kata dia, pihaknya terus melakukan komunikasi politik secara intensif baik dengan pengurus DPC Demokrat maupun parpol koalisi yang saat ini sudah ada empat partai yakni Golkar, PKS, PAN dan PDS.
Selain itu, kata dia, pihaknya bersama dengan tim suksesnya juga terus menggodok strategi untuk memenangkan Pilkada Surabaya yang digelar pada 2 Juni mendatang.
"Target kita harus menang dalam Pilkada Surabaya mendatang," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan selama ini adalah menjaga hasil survei elektabilitas dan popularitas yang menempatkan dirinya diposisi teratas juga tetap terjaga.
"Saya berharap proses demokrasi dalam Pilkada Surabaya dilakukan secara fair. Jangan sampai ada salah satu dari kandidiat dari kalangan birokrasi menggunakan aset negara untuk kepentingan kampanye," ujarnya.
Menanggapi soal calon wakil wali kota (cawawali) yang akan dipilih, Arif minta waktu untuk mempublikasikannya. Publikasi Cawawali baru dilakukan setelah DPC dan DPD mempublikasikan secara resmi rekomendasi yang diberikan pada dirinya.
Arif memaparkan pada Rabu (3/2) pekan lalu, salinan rekomendasi dari DPP Demokrat kepada dirinya sudah diterima. DPD dan DPC Partai Demokrat dalam waktu dekat akan diberikan salinan rekomendasi.
"Jadi selama rekomendasi belum dipublikasikan resmi oleh DPD dan PDC, Cawawali juga tidak akan dipublikasikan. Meski saya punya wewenang menentukan cawawali, tapi ketua umum berpesan harus tetap dikonsultasikan dengan Dewan Penasehat DPP," ujarnya.(ng/ant)



| Maret, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||
